Kopi Konservasi GAYO

Kopi Konservasi Gayo (KKG) merupakan program kolaboratif yang dilaksanakan oleh Rumah Berkelanjutan dan Redelong Institute, dan didukung oleh TFCA Sumatera.

Cerita Latar

Penguatan kopi konservasi Gayo sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan ekonomi petani lokal dan kelestarian ekosistem Kawasan Ekosistem Leuser yang kian terancam. Melalui skema budidaya ramah lingkungan, kopi konservasi Gayo memperkuat praktik Good Agricultural Practices (GAP), Sustainable Coffee Farming (SCF), dan Agroforestry Principles (AP) di tingkat kebun. Pendekatan ini juga memastikan standar EUDR tentang traceability dan deforestation-free.

Metode ini tidak hanya melindungi keanekaragaman hayati dan mencegah erosi tanah di dataran tinggi Gayo, tetapi juga menghasilkan biji kopi bermutu tinggi dengan cita rasa khas yang diakui dunia. Lebih dari sekadar peningkatan kualitas produk, komitmen terhadap praktik konservasi ini menjadi nilai tambah di pasar internasional yang kian menuntut aspek keberlanjutan, sehingga mampu menjamin stabilitas harga kopi dan memperkuat mata pencaharian masyarakat Gayo secara berkelanjutan.

Lingkup Program

Pemberdayaan petani dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan kopi konservasi, termasuk praktik Good Agricultural Practices (GAP), Sustainable Coffee Farming (SCF), dan Agroforestry Principles (AP) di tingkat kebun. Pendekatan ini juga memastikan terpenuhinya standar EUDR tentang traceability dan deforestation-free. Internal Control System (ICS) berbasis komunitas dilakukan secara reguler sebagai mekanisme kontrol kualitas dalam penerapan standar-standar GAP, SCF dan AP.

Koperasi Primer menjadi wadah penting dalam penguatan kopi konservasi. Program ini mendirikan dan memperkuat koperasi primer petani di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Koperasi primer akan berperan dalam mengorganisasi petani kopi, meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan praktik Good Agricultural Practices (GAP), Sustainable Coffee Farming (SCF), dan Agroforestry Principles (AP) di tingkat kebun, serta memperkuat akses pendanaan dan akses pasar global. Dalam konteks ini, sertifikasi menjadi salah satu strategi dalam penguatan standar mutu kopi konservasi.

Program ini membangun fasilitas pengolahan yang disebut Unit Pengolahan Hasil (UPH). UPH ini berperan dalam melakukan pengolahan hasil panen petani dari cherry merah menjadi gabah dan green bean, serta berbagai produk turunan lainnya yang akan meningkatkan nilai tambah kopi konservasi Gayo. Packaging untuk produk green bean dan berbagai produk turunan dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar premium.

Program Kopi Konservasi ini terhubung dengan jaringan bisnis kopi di tingkat nasional, yakni Aliansi Kopi Konservasi TFCA Sumatera. Aliansi ini merupakan jejaring mitra TFCA Sumatera yang terlibat dalam program kopi konservasi di Aceh (Gayo), Sumatera Utara, Jambi, dan Lampung. Di tingkat nasional, dibentuk unit usaha yang menangani trading dengan off-taker dan buyer internasional. Jejaring ini juga memperkuat akses pendanaan bagi petani kopi dengan berbagai skema.

Logo rumah berkelanjutan
Link

Home

About

Program

Publication

Contact

Blog

Contact